EKONOMI ISLAM BUKAN SEKEDAR ALTERNATIF
Assalamualaikkum, terima kasih Anda telah membuka dan membca altikel ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca dan klik d1. EKONOMI ISLAM BUKAN SEKEDAR ALTERNATIF
Assalamualaikkum, terima kasih Anda telah membuka dan membca altikel ini, untuk lebih jelasnya silahkan baca dan klik d1. EKONOMI ISLAM BUKAN SEKEDAR ALTERNATIF
EKONOMI ISLAM BUKAN SEKEDAR ALTERNATIF
Agus Selamet, SE, MEi
Islam sebagai agama yang universal mengajarkan dan mempraktikan bahwa setiap garak langkah dalam kehidupan adalah ibadah, bernilai luhur dan merahmati seluruh alam, sehingga dikenal sebagai Rahmatan lilalamin.
Islam tidak hanya mengajarkan atau membimbing dalam dimensi ritual semata, tetapi mengajarkan seluruh aspek kehidupan seperti berekonomi, berbudaya, pendidikan, kesehatan, seni, idiologi, politik, sosial dan lain sebagainya.
Empat belas abad yang lalu Islam telah mengajarkan berbagai aspek kehidupan bagi ummatnya bahkan menjadi inspirasi ummat manusia diluar Islam, mereka banyak membuahkan teori-teori baru dengan mencontoh dari Islam.
Berbicara tentang Ekonomi, maka Islam adalah sumbernya¸ karena hanya Islam yang memiliki tatanan ekonomi yang orijinal, kuat dan kokoh, hal ini selain praktik-praktiknya yang adil juga dasar pijakannya adalah bersumber dari Tuhan yang maha pencipta yaitu Rabbul alamin, sehingga mencerminkan ekonomi yang bercirikan ketuhanan (Allah swt).
Hanya sayangnya eksistensi ekonomi Islam banyak mengalami hambatan yang diakibatkan oleh kaum yang tidak senang dengan kehidupan yang tidak mau diatur oleh Allah swt. Mereka ingin bebas dari hukum, bebas dari nilai dan menuruti hawa nafsu.
Untuk menerima Ekonomi Islam bukan hal yang mudah, hal ini karena masyarakat sudah terlanjur bermain praktik yang tidak islami seperti mereka sudah senang dengan uang dijadikan alat komoditi (uang dijual belikan dan uang dihutangkan seperti halnya barang), bisnis dengan spekulasi, bisnis dengan riba, bisnis dengan untung sebesar-besarnya dan penekanan biaya sekecil-kecilnya bila perlu tanpa biaya bahkan tidak siap menerima resiko (rugi).
Praktik lainnya adalah ketidakadilan para investor/pemodal, mereka berharap untung semata tidak memiliki jiwa patriot (penakut) untuk berbagi sesama berupa bagi hasil (untung dan rugi dibagi bersama), praktik busuk lainnya adalah bisnis dengan spekulasi atau perjudian, melakukan jual beli dengan tidak jelas barang dan siapa pembeli maupun penjualnya (jual beli saham yang tidak bersyariah).
Dari kalangan para kapitalis tidak sadar bahwa bencana ekonomi terbesar sepluh tahun yang lalu akibat mempraktikan fungsi uang bukan lagi sekedar alat tukar tetapi sudah dijadikan alat komoditi, uang sudah diperjual belikan bahkan uang dihutangkan sehingga lahirlah bunga berbunga, yang dalam pandangan Islam masuk dalam riba, karena penindasan bagi yang lain.
Untuk menghadapi praktik yang tidak sehat dan tidak berkeprimanusian dan keadilan tersebut ekonmi Islam harus didukung oleh ummat Islam yang sadar dan berharap kerinduan akan ekonomi yang menyelamatkan baik di dunia maupun di akhirat, karena hanya disinilah keselamatan dan keadilan yang hakiki akan lahir dengan sempurna.
Untuk mengajak sadar hijrah menuju Ekonomi Islam perlu adanya dukungan dari ummat Islam yang militan berorientasi akhirat dan bersungguh-sungguh mencari kehidupan dunia, Agustianto dalam artikelnya menyebutkan untuk melahirkan kekuatan ekonomi umat di Madinah, Nabi melakukan sinergi dan integrasi potensi ummat Islam. Beliau integrasikan suku Aus dan Khazraj serta Muhajirin dan Anshar dalam bingkai ukhuwah yang kokoh untuk membangun kekuatan ekonomi ummat. Muhajirin yang jatuh “miskin” karena hijrah dari Mekkah, mendapat bantuan yang signifikan dari kaum Anshar. Kaum Muhajirin yang piawai dalam perdagangan bersatu (bersinergi) dengan kaum Anshar yang memiliki modal dan produktif dalam pertanian. Kaum Anshar yang sebelumnya merupakan produsen yang lemah menghadapi konglomerat Yahudi, kini mendapatkan hak yang wajar dan kehidupan yang lebih baik. Kerjasama ekonomi tersebut membuahkan hasil gemilang dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi ummat. Akhirnya banyak kaum muslimin yang membayar zakat, berwaqaf dan berinfaq untuk kemajuan Islam.
Kebijakan ekonomi Nabi Muhammad Saw di Madinah juga terlihat dari upaya Nabi Saw membangun pasar yang dikuasai ummat Islam. (Sebelumnya pasar-psar dominan dikuasai kaum Yahudi), sehingga konsumen Muslim dapat berbelanja kepada pedagang muslim. Dampaknya, semakin tumbuhlah perekonomian kaum muslimin mengimbangi dominasi pedagang Yahudi.
Spirit reformasi yang dipraktekkan Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam berhijrah, harus kita tangkap dan aktualisasikan dalam konteks kekinian, suatu konteks zaman yang penuh ketidakadilan ekonomi, rawan krisis moneter, kemiskinan dan pengangguran yang masih menggurita di bawah sistem dan dominasi ekonomi kapitalisme.
Sudahkah kita siap untuk melakukan konsolidasi ummat dalam berekonomi? Jawabannya harus siap, karena ekonomi Islam bukan sekedar alternatif tetapi suatu keharusan, dan jaminan kenyamanan maupun keamanan akan dberikan kepada siapa saja yang ikut praktik di dalamnya, ekonomi Islam bukan sekedar untuk ummat Islam semata tetapi bagi kaum non muslim sekalipun sangat terbuka, singkatnya kaum non Muslim yang memasuki dunia ekonomi Islam akan terlindungi hak-haknya.
Kita ingat krisis moneter tahun 1997/1998, dimana lembaga keuangan di berbagai belahan dunia mengalami kehancuran yang sangat luar biasa, dunia perbankan runtuh, dan tidak sedikit negara mengalami kegoncangan yang melahirkan penjarahan yang serius, sedangkan disisi lain ekonomi Islam (Lembaga Keuangan Syariah /LKS Bank misalnya) seperti contoh Bank Muamalat Indonesia bukannya ikut bangkrut justru mengalami keuntungan yang luar biasa. Menurut sumber yang terpercaya mereka (pegawai BMI) saat ini masih menikmati keuntungan dari dampak krisis moneter tersebut (sumber dari karyawan BMI).
Disaat perbankan konvesional hancur lumpuh kena gelombang krisis moneter justru perbankan Islam mengalami kenaikan/ kentungan yang luar biasa, hal ini banyak faktor penguat yaitu praktik yang dilakukan bank Islam/Syariah tidak menyalahi kodrat seperti uang diposisikan sesuai fungsinya yaitu hanya sebagai alat tukar, menjauhi bisnis spekulasi, tidak bertransaksi ganda dan tidak jelas, tidak judi, tidak melibatkan harta/uang dalam transaksi bisnis yang haram, bertransaksi jelas syarat dan rukunnya, adanya keterbukaan sistem kerjasama, pembiayaan yang berkeadilan seperti bagi hasil (Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Salam, Isthisna, Rahan dan lain sebagainya) menjadi solusi terbaik bagi seluruh ummat manusia.
Nah bagaimana dengan kita terutama para ekonom muslim, dosen muslim, pendidik muslim, praktisi bisnis muslim akankah tetap menerima ekonomi yang tidak bersyariah ? yang jelas sudah jauh dari tatanan Islam? Kita memiliki tanggungjawab yang berat untuk mengajak masyarakat melek terhadap urgensi ekonomi Islam, ummat perlu pemahaman yang utuh, lembaga pendidikan sudah saatnya memasukan ekonomi Islam sebagai mata pelajaran dan mata kuliah yang wajib diikuti. Sehingga dengan demikian umat Islam akan memiliki wawasan dan ilmu serta pemahaman ekonomi Islam yang benar, tidak lagi berpresepsi bahwa Ekonomi Islam sama saja dengan ekonomi konvesional…ohhh tidak bisa.
Jika akan mewujudkan ekonomi Islam maka perlu adanya pemahaman dan kesiapaan untuk mengamalkan, lebih jelasnya Agustianto menyebutkan Jika umat Islam memahami konsep ekonomni Islam dan siap mengamalkannya, maka kebangkitan ekonomi Islam dan peradaban ummat akan terwujud. Cuman persoalannya, masih terlalu banyak ummat Islam yang belum memahami ekonomi Islam. Minimnya pengetahuan ummat akan ekonomi Islam disebabkan karena nihilnya kajian-kajian ekonomi Islam oleh para ulama di tengah masyarakat mapun para sarjana Muslim tidak berani menyampaikannya karena takut hilang jabatan dan masa depannya dijauhi kaum kapitalis.
Kelemahan lain para da’i kondang selama nyam;paikan ini materi dakwah hanya berkutit pada ibadah ritual, sementara aspek mumalah (dalam aspek ekonomi keuangan) diabaikan sama sekali. Akibatnya ummat Islam buta dengan ekonominya sendiri, tidak lagi merasa dosa melakukan praktik haram dalam kesehariannya, al hasil pemahaman ekonomi konvensional telah mendarah daging telah merasuk dalam jiwanya bahkan sampai berani menghantam ekonominya sendiri.
Karena kondisi itu, tidak mengherankan jika masih banyak ummat Islam menganggap ekonomi Islam dan ekonomi konvensioal (Khususnya dunia perbankan) sama saja bahkan tidak sedikit seorang Muslim mengatakan ekonomi Islam lebih parah.
Pernyataan-pernyataan tersebut adalah anggapan orang yang dangkal ilmunya tentang ekonomi syariah dan tidak ada keyakinan yang kuat bahwa Islam adalah memiliki sumber yang kuat dan benar.
Al-quran sudah mengingatkan, orang-orang yang belum memahami syariah pasti akan menolak syariah (lihat al-jatsiyah ayat 18). Sebaliknya, orang-orang yang telah memahami syariah (dan menggunakan akal sehatnya/rasionya dalam kebenaran), pasti menerima syariah.
Fakta sudah membuktikan, banyak ahli ekonom muslim dunia menerima dan memahami keunggulkan ekonomi syariah, bahkan mereka menjadi pendekar-pendekar ekonomi syariah itu sendiri. Karena itu tidak ada seorangpun pakar ekonomi Islam yang membolehkan melakukan praktik yang dilarang syariah seperti bunga dalam perekonomian.
Semoga saya, saudaraku dan semua yang ada di muka bumi Indonesia ini tidak lama lagi akan menikmati ekonomi yang bersumber dari wahyu yang tidak diragukan lagi.
Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. QS. al-Jatsiyah (45) : 20
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.QS. al-Baqarah (2) : 23
TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
PEMERINTAHAN
Sistem akuntansi yg dirancang & dijalankan scr baik menjamin dilakukannya prinsip stewardship & accountability dg baik pula.
Teknik akuntansi sektor publik terdiri atas:
1 budgetary accounting 4 cash accounting
2 commitment.accounting 5 accrual accounting
3 fund accounting
TEORI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK (TASP)
Teori perlu didukung oleh berbagai riset yg hipotesanya diuji kebenarannya.
Karakteristik dasar teori, yaitu
1. the ability to explain
2. the ability to predict
3. the ability to control given phenomena
Tujuan mempelajari teori akuntansi:
1. utk memahami praktik akuntansi yg saat ini ada,
2. mempelajari kelemahan & kekurangan dari praktik saat ini, dan
3. memperbaiki praktik akuntansi di masa datang.
Pengembangan TASP sangat tergantung pd perkembangan ilmu akuntansi.
Pengembangan TASP dilakukan utk memperbaiki praktik saat ini dlm upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik (LKSP) yaitu LK yg mampu menyajikan informasi keuangan yg relevan & reliable.
Constraints ASP utk menghasilkan LK yg relevan & reliable:
1 Objektivitas 4 Tepat waktu
2 Konsistensi 5 Ekonomis dlm penyajian laporan
3 Daya banding 6 Materialitas
Objektivitas
LK disajikan manajemen utk melaporkan kinerja yg telah dicapai manajemen selama periode waktu ttt kpd pihak eksternal yg mjd stakeholder organisasi.
objektivitas diperlukan krn adanya benturan kepentingan antara manajemen dg stakeholder.
objektivitas juga dpt dijelaskan mll contracting theory yg menghasilkan agency relationship. Agency problem muncul krn adanya opportunistic behaviour agen, yi perilaku manajemen/agen utk memaksimumkan kesejahteraannya sendiri yg mungkin berlawanan dg kepentingan prinsipal.
Teknik akuntansi yg digunakan manajemen hrs memiliki derajat objektivitas yg dpt diterima semua pihak yg mjd stakeholder.
Konsistensi
Konsistensi adl penggunaan metoda/teknik akuntansi yg sama utk menghasilkan LK organisasi selama bbrp periode waktu scr berturut-turut.
Tujuannya adl agar LK dpt diperbandingkan kinerjanya dari th ke th, krn prinsip going concern
Daya Banding
Laporan keuangan sektor publik hendaknya dapat diperbandingkan antar periode waktu dan dg instansi lain yg sejenis.
Daya banding berarti LK dpt digunakan untuk membandingkan kinerja organisasi dg organisasi lain yg sejenis.
Kendala daya banding terkait dg:
1. objektivitas krn semakin objektif LK akan semakin tinggi daya bandingnya
2. konsistensi krn adanya alternatif penggunaan metoda akuntansi juga dpt menyulitkan tercapainya daya banding.
Tepat Waktu
LK hrs disajikan tepat waktu agar dpt digunakan sbg dasar pengambilan keputusan ekonomi, sosial & politik serta utk menghindari tertunda pengambilan keputusan tsb.
Kendala: semakin banyak kebutuhan informasi, semakin banyak waktu yg dibutuhkan shg dpt membuat informasi tsb tak relevan
Ekonomis dalam Penyajian Laporan
Penyajian LK membutuhkan biaya, semakin banyak informasi dibutuhkan semakin besar pula biayanya.
Kendala: berarti bahwa manfaat yg diperoleh hrs lebih besar dari biaya yg dikeluarkan utk menghasilkan laporan tsb.
Materialitas
Informasi dianggap material bila mempengaruhi keputusan, atau jika informasi tsb dihilangkan akan menghasilkan keputusan yg berbeda.
Penentuan materialitas bersifat subjective judgement, mrp professional judgement yg mendasarkan pd teknik ttt.
PERLUNYA SISTEM AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Ruang lingkup akuntansi keuangan pemerintah meliputi pengumpulan data, penganalisaan, pengkiasifikasian, pencttan, & pelaporan atas transaksi keuangan pemerintah sbg st entitas, serta penafsiran thdp hasil-hasilnya.
Aturan dasar sistem akuntansi keu mnrt Masisi (1978) dlm Glynn (1993):
1. Identifikasi kegiatan operasi yg relevan.
2. Pengkiasifikasian kegiatan operasi scr tepat;
3. Adanya sistem pengendalian utk menjamin reliabilitas.
4. Menghitung pengaruh masing-masing operasi.
STANDAR AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
Standar akt diperlukan utk menjamin konsistensi dlm pelaporan keuangan.
Hal yg dipertimbangkan dlm penetapan standar akuntansi, al:
1. Standar memberikan pedoman ttg informasi yg hrs disajikan dlm laporan posisi keuangan, kinerja & aktivitas organisasi bagi pengguna informasi.
2. Standar memberikan petunjuk & aturan tindakan bagi auditor yg memungkinkan pengujian scr hati-hati & independen saat menggunakan keahlian & integritasnya dlm mengaudit laporan organisasi serta saat membuktikan kewajarannya.
3. Standar memberikan petunjuk ttg kumpulan data yg perlu disajikan berkaitan dg berbagai variabel yg patut dipertimbangkan dlm bidang perpajakan, regulasi, perencanaan, regulasi ekonomi & peningkatan efisiensi ekonomi serta tujuan sosial lainnya.
4. Standar menghasilkan prinsip & teori yg penting bagi pihak yg berkepentingan dlm disiplin ilmu akuntansi.
Standar overload terjadi ketika:
1. terlalu banyak
2. terlalu rumit
3. tak tegas (rigid) shg sulit membuat pilihan penerapannya
4. general-purposes standards shg gagal dlm menyajikan perbedaan kebutuhan diantara para penyaji & pengguna
5. kurang spesifik shg gagal dlm mengidentifikasi perbedaan antara
• Entitas publik & entitas non-publik
• Laporan keuangan tahunan & interim
• Organisasi besar & kecil
• Laporan keuangan auditan & non-auditan
6. Pengungkapan yg berlebihan dan/atau pengukuran yg terlalu kompleks
TEKNIK-TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Teknik akuntansi keuangan yg dpt diadopsi oleh sektor publik:
1 Akuntansi Anggaran 4 Akuntansi Kas
2 Akuntansi Komitmen 5 Akuntansi Akrual
3 Akuntansi Dana
Teknik akuntansi tsb tak bersifat mutually, artinya penggunaan satu teknik tak berarti menolak penggunaan teknik lain.
Akuntansi Anggaran
Mrp teknik akuntansi yg menyajikan jml yg dianggarkan dg jml aktual dan dicatat scr berpasangan (double entry). Lebih menekankan pd bentuk dr akun-akun keuangan bukan pd isi akun tsb
Dpt membandingkan scr sistematik & kontinyu jml anggaran dg realisasi anggaran, shg dpt dilakukan tindakan koreksi bila tdpt varians.
Tujuan: utk menekankan peran anggaran dlm siklus perencanaan, pengendalian, & akuntabilitas.
Kelemahan: teknik ini sangat kompleks.
Akuntansi Komitmen
Akuntansi komitmen adl sistem akuntansi yg mengakui transaksi & mencatatnya pd saat order dikeluarkan.
Tujuan: utk pengendalian anggaran, agar tak over-commit the budget
Masalah: akun yg dicatat hanya didukung oleh order yg dikeluarkan, tak ada legal-liability utk patuh pd order & order dg mudah dibatalkan. Shg sulit utk mengakui biaya utk periode ybs yg didasarkan pd order yg dikeluarkan
Akuntansi Dana
Masalah utama org publik adl pencarian sumber & alokasi dana
Teori akt dana dikembangkan oleh Vatter (1947) untuk tujuan org. bisnis dg melihat bbrp kelemahan perush pribadi dg perush badan, yi
1. perush perorangan (milik pribadi) kurang menguntungkan drpd perush milik publik/PT
2. adanya kesalahan dlm memhami makna entitas
Oki, org sbg series of fund shg LK mrp konsolidasi dr LK dana yg mjd bagian organisasi
Pengertian “dana” berdasarkan GASB (1999 par. 208) adl:
“A fiscal and accounting entity with a self-balancing set of accounts recording cash and other financial resources, together with all related liabilities and residual equities or balances, and changes therein, which are segregated for the purpose of carrying on specific activities or attaining certain objectives in accordance with special regulations, restrictions, and limitations”
Sistem akuntansi dana adalah metoda akuntansi yang menekankan pada pelaporan pemanfaatan dana, bukan pelaporan organisasi itu sendiri.
Dua jenis dana pd organisasi sektor publik, yaitu:
1. expendable fund: digunakan utk menctt nilai aktiva, utang, perubahan aktiva bersih & saldo dana yg dpt dibelanjakan utk kegiatan yg tak bertujuan mencari laba. Digunakan pd governmental funds
2. Nonexpendable fund: utk menctt pendapatan, biaya, aktiva, utang, & modal utk kegiatan yg sifatnya mencari laba. Digunakan pd organisasi bisnis (proprietary funds).
Akuntansi Kas
Penerapan akuntansi kas: pendapatan dictt pd saat kas diterima & pengeluaran dictt ketika kas dikeluarkan.
Kelebihan: menceriminkan pengeluaran yg aktual, riil dan obyektif.
Namun GAAP tak menganjurkan pencttn dg dasar kas krn tak dpt mencerminkan kinerja sesungguhnya.
Akuntansi Akrual
Akuntansi akrual dianggap lebih baik drpd akuntansi kas. Akuntansi akrual diyakini dpt menghasilkan LK yg lebih dpt dipercaya, akurat, komprehensif, & relevan utk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, & politik.
Pengaplikasian accrual basis dlm ASP adl utk menentukan cost ofservices & chargingfor services, yaitu utk mengetahui besarnya biaya yg dibutuhkan utk menghasilkan pelayanan publik serta penentuan harga pelayanan yg dibebankan kpd publik.
Aplikasi accrual basis sektor swasta digunakan utk proper matching cost againts revenue. Perbedaan ini disbbkan krn pd sektor swasta lebih profit oriented, sedangkan sektor publik pd public service oriented.
Perbedaan antara akuntansi berbasis kas dg berbasis akrual:
1 Basis Kas Penerimaan kas – Pengeluaran kas = Perubahan kas.
2 Basis Akrual Pendapatan/income – Biaya-biaya = Rugi/laba (surplus/defisit)
3 Pendapatan/income Penerimaan kas selama satu periode akuntansi – saido awal piutang + saido akhir piutang.
4 Biaya Kas yang dibayarkan selama satu periode akuntansi – saldo awal utang + saldo akhir utang.
Single Entry dan Double Entry
Single entry digunakan sebagai dasar pembukuan dg alasan kemudahan & kepraktisan. Namun tak dpt memberikan informasi yg komprehensif & mencerminkan kinerja sesungguhnya.
Tuntutan good governance (transparaiisi & akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi sektor publik) mjdkan perubahan dr sistem single entry mjd double entry sbg solusi mendesak diterapkan.
Aplikasi pencttn transaksi dg sistem double entry ditujukan utk
1. menghasilkan LK yg auditable & traceable yg mrp faktor utama menghasilkan informasi keu yg dpt dipertanggungjawabkan kpd publik.
2. Dpt dilakukan pengukuran kinerja scr lebih tepat.
Untuk melengkapai materi perkuliahan silahkan Anda pelajari materi dibawah ini :
4. proses fungsi karakter prinsip anggaran
dan kemudaian pelajari materi berikutnya, sbb
4 pusat pertanggungjawaban
KEWIRAUSAHAAN
Pertemuan Kuliah II
Agus Selamet
Kuliah pada pertemuan kedua ini akan membahas bagaimana membangun orientasi, gagasan dan proses perencanaan maupun produk-produk yang sesuai dengan perusahaan kecil sampai memprediksi kegagalan dalam memilih peluang bisnis.
ISI
1. Orientasi eksternal dan internal
2. Sumber gagasan bagi produk dan jasa baru
3. Proses perencanaan dan pengembangan produk
4. Produk-produk yang sesuai untuk perusahaan kecil
5. Arti penting orientasi pemasaran
6. Kegagalan dalam memilih peluang bisnis baru
Pendahuluan
Tidak semua perubahan akan membawa perbaikan, tapi tanpa perubahan tidak akan pernah ada perbaikan. Untuk melakukan perubahan, diperlukan keberanian
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha),
wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara :
1. Mengurangi kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif
2. Menyebarkan resiko pada aspek yang paling mungkin
3. Mengelola resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang dapat dievaluasi, yaitu :
1. Resiko pasar atau persaingan
2. Resiko financial
3. Resiko teknik
Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus.
Bagaimana ide bisa menjadi peluang? Jawaban atas pertanyaan ini, diantaranya :
1. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metode yang lebih baik untuk
melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
2. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan atau cara melakukan suatu
pekerjaan
Sumber Peluang Potensial
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan ide atau disebut screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut ;
1. Menciptakan produk baru dan berbeda
2. Mengamati pintu peluang
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam
4. Menaksir biaya awal
5. Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi
3. Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya – sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal dan Internal
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan
Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu
dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsurunsur yang nampaknya berhubungan dengan
konsep dan masalahmasalahnya
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah
dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan
Proses inovasi :
1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3. Menguraikan masalah-masalah
4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7. Mencari pemecahan sementara
8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9. Bergerak terus jika semuanya baik
10. Mencapai keberhasilan
Peluncuran usaha baru
Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
a. Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa
b. Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
c. Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
d. Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi
e. Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
f. Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari pesaing
g. Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek dagang dan merek jasa
2. Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
a. Kebutuhan akan sumber penemuan
b. Membuat inovasi baru
c. Sesuai keahlian
d. Hobi atau kesenangan pribadi
e. Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
f. Memanfaatkan koneksi dan relasi
g. Mengamati kecenderungan-kecenderungan
h. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
3. Pemilihan Bidang Usaha
Ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai patokan awal dalam memilih suatu bidang usaha yang akan Anda tekuni dalam jangka panjang:
a. Lihat karakter usaha Anda dan sesuaikan dengan karakter pribadi Anda Anda perlu mengenali karakter bidang usaha Anda. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar Anda sesuai dengan karakter usaha Anda.
b. Lihat apakah Anda menyukai usaha tersebut
Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik. Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan Anda. Karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi menjadi usaha yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.
c. Lihat apakah Anda mampu menjalankan usaha tersebut
Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan
dengan kemampuan kita. Beberapa poin dalam analisa atau riset yang bisa dijadikan ukuran kemampuan kita adalah :
a. Kemampuan modal usaha kita
b. Kemampuan dalam hal keahlian kita
c. Kemampuan kita membagi waktu (terutama bagi Anda yang masih
d. kuliah)
e. Kemampuan kita untuk mengimbangi dinamika dunia usaha sekaligus
f. mengantisipasi persaingan yang ketat
g. Dan lain-lain
4. Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk :
a. Tahap Gagasan
b. Tahap Konsep
c. Tahap Pengembangan Produk
d. Tahap Uji Pemasaran
e. Tahap Komersialisasi
5. Produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk
penciptaan suatu produk :
Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada
a. Sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki.
b. Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan.
c. Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain
d. hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para
e. pelanggannya untuk memproduksinya sendiri.
f. Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya.
g. Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses.
6. Arti Penting Orientasi Pemasaran
a. Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan kurangnya daya saing
b. Wirausahawan harus berorientasi konsumen
7. Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru
a. Kurangnya obyektivitas
b. Kurangnya kedekatan dengan pasar
c. Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
d. Diabaikannya kebutuhan finansial
e. Kurangnya diferensiasi produk
8. Peluncuran usaha baru
Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
a. Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi
produk atau jasa
b. Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
c. Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
d. Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan
dan produksi
e. Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
f. Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu
yang membedakannya dari pesaing
g. Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek
h. dagang dan merek jasa
Literatur
Masykur Wiratmo, 1994, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, Gunadarma,
Jakarta.
Mas’ud & Mahmud Machfoedz, 2004, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Winardi, 2003, Entrepreneur & Entrepreneurship, Kencana, Jakarta.
Rambat Lupiyoadi, 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy,
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju
Sukses, Salemba Empat
Wuryanano, Website