Arsip

Posts Tagged ‘Pengertian Sistem. Pengertian Sistem Akuntansi’

SISTEM AKUNTANSI (Pert.2)


Pendahuluan
Sebenarnya orang belum dikatakan belajar akuntansi jika belum mempelajari Sistem Akuntansi. Mengapa demikian? Akuntansi pada dasarnya merupakan sistem pegolahan informasi dan data keuangan yang menghasilkan keluaran berupa laporan keuangan. Menggambarkan suatu proses yang terarah dan terkordinir dalam satu ikatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, agar seseorang mampu menghasilkan informasi akuntansi yang bermanfaat bagi pemakai informasi, belumlah cukup ia menguasai akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen semata.

Untuk lebih memantapkan maka seorang akuntan maupun asisten harus memahami dan menguasai sistem akuntansi yang memadai.

SISTEM AKUNTANSI

Belajar sistem sama dengan belajar hidup, karena dalam kehidupan sendiri merupakan satu realisasi dari sistem itu sendiri. Jika Anda memahami Sistem maka anda akan banyak dibantu oleh sistem itu sendiri, anda akan paham mana yang disebut sistem dan mana yang bukan sistem, akan melihat mana yang benar dan mana sistem yang salah. Lebih jelasnya silahkan Anda pelajari pengertian sistem terlebih dahulu.

1. Definisi Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini :
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu
Sedangkkan Prosedur itu sendiri, menurut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Warren D. Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : Suatu prosedur adalah urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan Apa (What) yang harus dikerjakan, Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When) dikerjakan dan Bagaimana (How) dikerjakannya.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima, karena kenyataannya, suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem atau sistem bagian. Sebagai contoh, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan, subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi penggajian, subsistem akuntansi biaya dan lain sebagainya.
Secara umum Sistem merupakan Sekelompok unsur yang erat hubungan satu sama lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu
Sedangkan Unsur-Unsur Sistem itu sendiri adalah :
a. Formulir
Merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
b. Prosedur
suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang
c. Metode
Suatu cara yang dilakukan oleh sesorag untuk melakukan kegiatan sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan
d. Aturan
Ketetapan dari pimpinan yang digunakan untuk menjadi pijakan atau dasar melakukan sebuah kegiatan
Ir. Herry Vaza, MengSc, dalam kaya tulisnya, menyebutkan pengertian sistem dengan mengambil beberapa para ahli, sebagai berikut ;
Dari segi Etimologi, kata sistem sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Systema”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan “SYSTEM”, yang mempunyai satu pengertian yaitu himpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan yang tidak terpisahkan.
Menurut filsuf Stoa
bahwa sistem adalah gabungan dari keseluruhan langit dan bumi yang bekerja bersama-sama, sehingga dapat kita lihat bahwa sistem terdiri dari unsur-unsur yang bekerja sama membentuk suatu keseluruhan dan apabila salah satu unsur tersebut hilang atau tidak berfungsi, maka gabungan keseluruhan tersebut tidak dapat lagi kita sebut suatu sistem.
Buckley
Sistem adalah suatu kebulatan atau totalitas yang berfungsi secara utuh, disebabkan adanya saling ketergantungan diantara bagian-bagiannya. (A whole that functions as a whole by virtue of interdependence of its parts).
H. Kerzner
Sistem adalah sekelompok komponen yang terdiri dari manusia dan/atau bukan manusia (non-human) yang diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen-komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran bersama atau hasil akhir. Pengertian ini, mengandung arti pentingnya aspek pengaturan dan pengorganisasian komponen dari suatu sistem untuk mencapai sasaran bersama, karena bila tidak ada sinkronisasi dan koordinasi yang tepat, maka kegiatan masing-masing komponen, sub-sistem, atau bidang dalam suatu organisasi akan kurang saling mendukung.
Pada hakekatnya dalam kehidupan ini manusia dan lingkungan disekitarnya adalah sutau proses sistem yang berjalan tiada hentinya mengikuti aturanyang telah ditetapkan.
Setiap ada sistem sudah tentu ada sub sistem yang berada di dalamnya atau di bawahnya, dan adanya supersistem yang berada di atas sistem itu sendiri.
Apa Subsistem itu?
Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Contohnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. Misalnya, sistem mesin adalah kombinasi dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar dan seterusnya.
Apa itu Supersistem ?
Walaupun istilah supersistem jarang digunakan, sistem seperti ini ada. Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar, sistem yang lebih besar itu adalah supersistem. Contohnya, pemerintahan kota adalah suatu sistem, tetapi ia juga merupakan sub sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi. Pemerintahan propinsi adalah sistem dari pemerintahan kota di bawahnya tetapi merupakan subsistem dari pemerintahan pusat, pemerintahan pusat inilah yang disebut dengan supersistem.
Dari definisi dan penjelasan diatas dapatlah diambil kesimpulan, suatu sistem terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Mobil terdiri dari bagian-bagian sistem yang berinteraksi/ kerjasama untuk tujuan mobil tersebut bergerak ke suatu arah. Keluarga, pertama kali terdiri dari 2 individu yang terpisah yang mana individu itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem.

2. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.
 Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
 Lingkungan Luar Sistem (Environments)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.
 Penghubung (Interface)
Sistem Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya.

 Keluaran (output)
dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
 Masukan (Input)
Sistem Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
 Keluaran (Output) Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
 Pengolah (Process) Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
 Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah, goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam
ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.

Pertemuan ke 2
3. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system. Sistem informasi merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system)
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai:
Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya.
Maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

Kesimpulan

Sistem tidak bisa berdiri sendiri , karena sistem terdiri dari sub sistem lainnya, dan susb sistem tidak akan terbentuk tanpa kehadiran unsur-unsur lain yang terhimpun dalam sebuah dokumen atau media tertentu.
Misalnya laporan keuangan tidak akan disajikan dengan baik tanpa ada suatu sub sistem yang dibentuk dari formulir-formulir, dokumen-dokumen hasil dari transkasi harian yang trehimpun dan diolah atau dicatat dalam proses siklus akuntansi.
Keberadaan sistem akuntansi dalam dunia bisnis merupakan alat kendali dan alat bantu bagi seorang pimpinan dalam mengambil keputusan yang lebih cepat, tepat dan akurat. Dalam proses suatu sistem harus adanya pemisahan/ pembatasan dari ruang lingkup dari masing-masing sub sistem, dan tentunya sub sistem tersebut akan banyak dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan sekitar atau para pembuat kebijakan.

FORMULIR-FORMULIR

Kapan Formulir dibutuhkan? Pada dasarnya formulir sudah dibutuhkan sejak kita dilahirkan, akan tetapi diakui sebagi suatu unsur dari bagian sistem sejak hadirnya masyarakat modern. Terutama dalam berhubungan dengan catat mencatat atau suatu kegiatan yang ada kaitannya dengan administrasi. Sehingga formulir dapat dijadikan dokumen oleh masyarakat yang beraktifitasnya didukung oleh adanya dokumen.
Apa Formulir itu? Menurut Muyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi bahwa Formulir itu adalahs ecarik kertas yang memiliki ruang untuk diiisi.
Berapa Jenis Formulir? Fomulir ada dua jenis yaitu Formulir Manual dan Formulir Elektronik
Golongan Formulir menurut Sumbernya
a. Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan
b. Formulir yang dibuat dn dikirimkan kepada pihak luar perusahaan
c. Formilr yang dterima dari pihak luar perusahaan
Golongan Formulir menurut Tujuan Penggunaannya
a. Formulir yang dibuat untuk meminta dilakukan tindakan
b. Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah dilakukan

Pelajari Simbol-simbol pada Sistem Akuntansi

Pendahuluan
Sebenarnya orang belum dikatakan belajar akuntansi jika belum mempelajari Sistem Akuntansi. Mengapa demikian? Akuntansi pada dasarnya merupakan sistem pegolahan informasi dan data keuangan yang menghasilkan keluaran berupa laporan keuangan. Menggambarkan suatu proses yang terarah dan terkordinir dalam satu ikatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, agar seseorang mampu menghasilkan informasi akuntansi yang bermanfaat bagi pemakai informasi, belumlah cukup ia menguasai akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen semata.

Untuk lebih memantapkan maka seorang akuntan maupun asisten harus memahami dan menguasai sistem akuntansi yang memadai.

SISTEM AKUNTANSI

sumber : Mulyadi, Sistem Akuntansi, Salemba Empat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.