Beranda > akuntasi syariah, BACK TO BASIC, diskusi ekonomi syariah > DIALOG SANTAI DI SUDUT MUSHALA KAMPUS

DIALOG SANTAI DI SUDUT MUSHALA KAMPUS


Dialog ini terjalin setelah shalat Ashar berlangsung, saat itu ada 2 mhw yang tidak sempat ikut kuliah di kelas, kemudian mereka menanyakan materi yg diajarkan oleh sy sebagai dosen di kelasnya

Mahasiswa 1 bertanya bertanya apa kabar pak,maaf tadi saya ga ikut kuliah bapak karena kami telat pulag kerjanya maklum ada pekerjaan yang harus diselesaikan,boleh saya minta penjelasan singkat ttg materi tadi pak dan apa yang harus sy baca bukunya?

Dosen Menjawab: ya gpp, untuk karyawan sy maklum, sudah datangpun saya sangat bangga dengan kalian,apalagi Anda sempet menayakan materi dan buku yg harus dibaca.baik tadi sy menjelaskan pengantar Akuntansi Syariah dan semangat untuk membangun pribadi berjiwa militan untuk menegakan nilai-nilai alhaq (dibidang ekonomi ISlam)

Mahasiswa 2 bertanya : maaf pak… emangnya ada perbedaan antara akuntansi syariah dengan konvensional… bukanya sama saja dengan akuntansi konvensional?

Dosen menjawab
: sebelum membahas perbedaan dan persamaan Akuntansi syariah dengan konvensionl sebaiknya kita harus pahami dulu pengertian,dan prinsif dasar Akuntansi Syariah

baik pak boleh saya minta pejelasan lebih lajut ? tambah mahasiswa berdua

Dosen melanjutkan pejelasannya:
Pertama pengertian Akutansi Syariah : Akutansi Islam atau Akutansi Syariah pada hakekatnya adalah penggunaan akutansi dalam menjalankan syariah Islam. Shahata (Harahap, 1997:272) p

artiya pencatatan atas transkasi harian sampai dengan menghasilkan laporan keuangan harus dilandasi dengan prinsip syariah” sehingga Akuntansi tsb akan menghasilkan kualitas yang baik (adil) karena tidak boleh ada unsur yg diragukan apalagi haram seperti unsur riba atau judi, sehigga segala transaksi harus jelas kehalalannya. nah ini salah satu pembeda dengan Akuntansi konvensional, dimana akuntansi kovensionl tidak mempermasalahkan pencatatan atas transaksi halal maupun haram. pembeda lainnya adalah dilihat dari dasar hukum, Akuntasi syariah megacu kepada (Qs. al baqoroh 283, bahkan secara operasional ada fatwa ulama /DSN), sedangkan dikonvesional atas dasar buah pikir para pakar akuntasi yang beragam keyakinanannya dan kepentingannya, konvensional tidak melihat halal dan haramnnya

Mahasiswa 1 bertanya bisa bapa jelaskan prinsip pencatatan Akuntansi dalam Islam?

Dosen Menjawab :ada tiga prinsip dalam pencatatan yaitu PERTANGGUNGJAWABAN,ADIL DAN KEBENARAN, baik dalam pencatatan maupun menyusun laporan tidak ada pegaruh dari pihak manapun…pencatat atau akuntan dalam Islam bertanggungjawabnya baik di hadapan manusia/owners maupun di yaumil akhir kelak dan berprinsip kebenaran artiya yg dicatat adalah hanya data dan transkasi yang benar tidak dibuat-buat bahkan tidak boleh mencatat hasil judi dan bunga atau riba yg biasa berlaku di akuntansi konvensional

Mahasiswa 2 bertaya “ wah sangat beda sekaliya pa? sy di kantor mencatat akuntansi tidak memilah mana haram atau halal dan mana riba dan hasil jual beli….

Mahasiswa 1 bertanya lagi:maaf pak tadi bapa mengatakan islam tidak boleh mencatat untuk transkasi haram seperti uang hasil judi atau hasil dari riba atau bunga bank, mengapa hal tsb dilarang oleh ISlam?

Dosen Menjawab : Itulah sebabnya sebelum mempelajari ekonomi/akuntasi ISlam kita wajib meyakini dulu bahwa Islam adalah Agama penyelamat semua ummat manusia bahkan seluruh mahluk di muka bumi,jika belum diyakini maka tidak akan menerima ekonomi syariah apalagi sistem pencatatan syariah berlaku…..sedangkan untuk transkasi judi atau riba tidak boleh dicatat pada sistem akuntasi islam karena transkasi tersebut haram hukumnya setiap yang haram akan berdosa.

Kedua Mahaisiwa bertanya : apakah ada dasar hukumnya bahwa RIBA itu haram ? saya perlu supaya sy istropeksi pak….

Dosen Menjawab :
O ya ada dasar hukumnya coba lihat, diantaranya
1. Alquran Surat al baqoroh ayat 275….padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba

2. DARI Ali bin Abi Thalib 1. Hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا
“Setiap pinjaman yg membawa keuntungan adl riba.” (maksudnya pinjaman yang ada tambahan)

(dan lihat fatwa ulama Fatwa MUI No.1 Tahun 2004 Tentang Bunga Fatwa MUI Tentang Bunga
dan Anda sebaiknya pelajari pengertian riba secara legkapdega klik disini Materi Riba…(arti dan jenis riba serta akibatnya)

MAHASISWA BERDUA BERTANYA Maaf ni terakhir pertanyaan kami ….mengapa masih ada sarjana/ekonom yg mengaku muslim masih meragukan ekonomi Islam atau Akuntansi ISlam?

DOSEN : Wah tu sunatullah…orang yang mengaku muslim belum tentu dirinya menerima aturan Islam, orang yg berilmu aqidah belum tentu ber aqidah, tapi sya yakin jika para ekonom sudah meyakini dan menerima dengan sadar bahwa Islam adalah satu-satunya Agama yg benar dan akan meyelamatkan dirinya maka dia akan menerima ekonomi / AKuntasi islam dalam kesehariannya, bahkan seluruh atura hidupnya mereka akan merindukan diatas dasar syariat Islam….baca qsal baqoroh ayat 208

SAYA DOAKAN SEMOGA ANDA MENJADI MUJAHID EKONOMI ISLAM WALAUPUN ORAG MUSYRIK MEMBENCINYA…TAKUTLAH HANYA KEPADA ALLAH SWT

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: