Beranda > Akuntansi Syariah, EKONOMI ISLAM > LANJUTAN DISKUSI ekonomi ISLAM di KELAS

LANJUTAN DISKUSI ekonomi ISLAM di KELAS


Dialog Dosen dengan Mahasiswa

MAHASISWA bertanya,

Assalamualikum pa Agus, setelah saya menyimak mata kuliah ekonomi yg bapak sampaikan, ternyata Islam itu Indah dan sangat merahmati seluruh alam. namun ada pertanyaan yang mengganjal d batin saya, pertama mengapa umat Islam BAHKAN TIDAK sedikit dari para SARJANA MUSLIM masih belum seluruhnya menerima Ekonomi Islam (Bank Syariah)

DOSEN Menjawab :

waalaikum salam wr wb, pertanyaan ini sangat kritis dan bagus untuk di apresiasi, Banyak yang melatarbelakangi kurangnya animo masyarakat terhadap ekonomi Islam, pertama karena pemahaman ummat Islam terhadap ISLAM itu sendiri masih jauh dari harapan apalagi memperjuangkan Islam untuk menjadi rahmat lilalamin, kedua pendidikan ekonomi sejak SD sampai duduk dibangku Kuliah masih BANYAK mempelajari EKONOMI KAPITALIS sehingga yg ada di benak dan keyakinan sarjana muslim sendiri merasa benar dan enjoy dengan sistem kapitalis, atau sistem lainya yg jelas mereka tidak mau melek dengan EKONOMI ISLAM

MAHASISWA : o ya kalau begitu sangat wajar jika mereka belum menerima EKONOMI Islam ya pak

maaf sy tanya lagi pak, katanya mereka (sarjana Muslim) meragukan keberadaan Bank Syariah, PENDAPAT mereka BANK SYARIAH  belum sempurna dan juga masih mendapat jasa dari para nasabahnya, jadi sama dengan konvensional, benarkah pernyataan itu?

DOSEN MENJAWAB :

Sebenarnya sy tidak menyalahkan Sarjana Muslim itu ,maklum para sarjana tsb mungkin belum faham arti ekonomi ISLAM / syariah….bahkan mungkin mereka tidak memahami APA ITU ISLAM Apa itu syariah???.

Mempelajari Ekonomi Islam atau Bank Syariah tidak boleh farsial dan harus difahami tiga prinsip dalam Islam (Aqidah Syariah dan Akhlak), jika ketiga prinsip dan dasar tsb kosong dlm dirinya maka merekabukan hanya menolak bahkan menghalangi keberadaan Bank Islam. Jadi tugas kita sebelum menyampaikan ekonomi ISlam ,kita harus memberikan pengertian dasar keislaman (Aqidah, Syariah dan Akhlak) terlebih dahulu,

Kalau masalah kurang sempurna, wajar d Indonesia baru lahir perbankan syariah beberpa tahun terakhir tidak seperti di Mesir, Pakistan,Malaysia dll, mereka sudah bagus, nah Indonesia masih senang dgn konvensional ya jelas karena sejak SD ekonomi Islam masih belum menjadi pelajaran atau mata kuliah wajib.

MAHASISWA BERTANYA

Pak sy ada pertanyaan lain, tadi bapak menjelaskan tentang jenis-jenis riba dan salah satu praktik yang masuk riba adalah menjual buah-buahn yang masih mentah/masih bunga, dan diambilnya setelah panen, nah  sy dan orang tua saya bahkan di masyarakat mempraktikan sudah menjadi kebiasaan karena kami sama-sama iklas (antara petani dan pembeli), bagaimana solusi buat sy pak?

DOSEN MENJAWAB :

WAH INI PERTANYAANNYA BUKAN TEORI SUDAH PRAKTIK, begini, ISlam sangat melarang atas IJON atau membeli buah-buahan yg masih kembang/mentah dan diambil setelah mateng di pohon (PANEN), karena ini ada unsur ketidak jelasan ada unsur ketidak pastian bisa gembling dan BAHAYA, diakhir akan ada pihak yang dirugikan, BAGAIMANA JIKA MENJELANG PANEN TERUS ADA HAMA DAN BUAH-BUAHAN BUSUK ? siapa yag rugi ?jelas pembeli

DAN KEDUA adanya pelanggaran RUKUN JUAL BELI, setidaknya ada 3 rukun, Adanya Pembeli dan Penjual (sehat akal), adanya Barang (yang jelas keberadan dan terhitung jumlah barang yang akan dijual, serta ijab qobul),nahhhh stelah ruku ini terpenuhi baru ada saling iklash atau ridha (Antarodin).

SOLUSINYA ISLAM punya yang baik dan Adil yatu albai assalam (jual beli dengan sistem assalam) yaitu pemodal (shaibul maal) memberikan pinjaman untuk bertani. bertanam dengan ketentuan /kriteria yang disepakati seperi, pesan berapa banyak, jenisnya apa, berapa lama panennya dan bagaimana pembayaran sisanya dll). nah disini petani tidak akan dirugikan karena perhitungan harga jual belinya setelah panen.

semoga bermanfaat

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: