Beranda > TUGAS EKONOMI ISLAM > Quiz Ekonomi Islam (semester 3 Sore) STIEMUTTAQIEN

Quiz Ekonomi Islam (semester 3 Sore) STIEMUTTAQIEN


Assalamualaikum, Kerjakan Soal berikut ini dengan benar,untuk mengerjakan silahkan saudara berdiskusi dengan kelompok yang telah ditetapkan (kelompok presentasi)

TiPE SOAL A (LATIHAN NO 1 SD NO 10) TIDAK DIKUMPULKAN, BERIKAN KOMENTAR SAJA DI BLOG

  1. Perdagangan dalam Islam tidak boleh menjual atau membeli barang-barang dan jasa yang tidak jelas kepemilikannya hukumnya haram, mengapa hal tersebut dllarang dan apa dasar hukumnya. (bobot 10%)
  2. Islam menerapkan uang sebagai alat tukar bukan dijadikan komoditas tidak seperti halnya di ekonomi konvesional, jelaskan menurut analisa saudara (bobot 20%)
  3. Pasar sebagai mediator dari produsen dengan konsumen yang memiliki peran sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional, jelaskan peran pasar dalam perspektif Islam (bobot 10%)
  4. Harta harus didistribusikan sesui dengan ketentuan syariah, jelaskan bagaimana distribusi yang bersyariah berikut contohnya serta dalili nya (bobot 10%)
  5. Dalam Islam tidak dikenal istilah meminjam modal/Uang dengan tambahan jasa, tetapi diterapkan sistem pembiayaam syariah,jelaskan pembiayaan sesuai syariah (bobot 10%)
  6. Sementara ini banyak masyarakat awam menganggap ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional tidak ada bedanya, setujukah saudara? jelaskan jawaban saudara (bobot 20%)
  7. Pada tahun 1998 terjadi krisis moneter yang diawali hancurnya perusahaan besar di Amerika, sehingga mengalami krisis moneter diberbagai belahan dunia, tetapi disisi lain Lembaga Keuangan Syariah semakin pesat bahkan untung berlipat ganda, mengapa hal tersebut terjadi dan jelaskan berdasarkan analisa saudara ((bobot 20%)
  8. Faktor apa saja yang menyebabkan sistem ekonomi kapitalis lumpuh dan sistem ekonomi sosialis mati, sedangkan sistem ekonomi syariah semakin kuat dan banyak diminati di negara barat? (bobot 20%)
  9. Dalam Islam tidak boleh ada penimbunan uang, jelaskan apa yang dimaksud dengan penimbunan uang dan apa dampaknya terhadap kehidupan masyarakat (bobot 20%)
  10. Jelaskan jenis-jenis riba berikut contohnya

TIPE SOAL  B (STUDI KASUS PILIH SALAH SATU DARI 4 KASUS BERIKUT INI ): KUMPULKAN SEBELUM UTS

1. Pilihan 1 Bank Syariah,Lebih Pasti dan non Spekulasi SILahkan KLIK DISINI  2014 Bank Syariah tidak spekulasi

2  Pilihan 2 80 Persen Nasabah PT BSS Terjerat Utang Bank, SILahkan KLIK DISINI  2014 80 Persen Nasabah PT BSS Terjerat

3 Pilihan 3 : FAKTA-FAKTA URUTAN KEHANCURAN EKONOMI AMERIKA part SILahkan KLIK DISINI  2014 KASUSU FAKTA-FAKTA URUTAN KEHANCURAN EKONOMI AMERIKA part 1

  1. konsumen
    2 November 2014 pukul 1:13 am

    Assalamualikum wr wb, maaf pa apakah saya bisa konsultasu via bbm/sms ?

    • Agus Selamet, SE M.Ag
      2 November 2014 pukul 3:32 am

      waalaikumsalam,silahkan PIN saya 2B41A5A4 atau 085220141414,trims ditunggu

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:23 pm

      ok silhkan di 085220141414 atau pin 2B41A4A4

  2. Rosidah Suparjo
    11 November 2014 pukul 7:43 am

    6. Saya tidak setuju apabila ekonomi konvensional dan syariah disamakan, karena dari sistemnya saja terlihat perbedaan yang sangat signifikan. Dimana, ekonomi konvensional sistemnya sekuler. Mempunyai kecenderungan untuk bebas memiliki harta secara perorangan, kebebasan ekonomi dan persaingan bebas, serta ketimpangan ekonomi. Sedangkan ekonomi syariah sistemnya berdasarkan al-Qur’an dan Hadist. Dimana, prinsip dasar ekonomi syariah adalah kebebasan individu, hak terhadap harta, ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar, jaminan sosial, distribusi kekayaan, larangan menumpuk kekayaan, dan kesejahteraan individu dan masyarakat. Dalam sistem kapitalis, Tuhan dipensiunkan (retired God ), hal ini direfleksikan dalam konsep “laissez faire” dan “invisible hand ”. Dari falsafah ini kita bisa melihat tujuan ekonomi kapitalis hanya sekadar pertumbuhan ekonomi, sedangkan ekonomi syariah falsafah secara umumnya dapat dilihat dari surat al-Muthaffifin ayat 1 sampai 6. Dari ayat tersebut menunjukkan adanya hubungan yang erat antara agama, keyakinan kepada Allah, keyakinan kepada hari Akhir, perilaku ekonomi, dan sistem ekonomi. Karena itu, dari sisi tujuannya, ekonomi Islam bertujuan mencapai kesejahteraan manusia di dunia dan diakhirat yang tujuannya hanya untuk beribadah kepada Allah.

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:19 pm

      ok sip

  3. Rosidah Suparjo
    11 November 2014 pukul 7:46 am

    2. Dalam islam konsep uang sangatlah jelas dan tegas, bahwa money is public goods, sedangkan capital is private goods. Uang yang ketika mengalir adalah public goods yang berarti barang tersebut dapat digunakan oleh Masyarakat luas, tanpa harus menghalangi orang lain untuk menggunakannya (flow concept), lalu mengendap kedalam kepemilikan seseorang dengan cara bekerja (stock concept) setelah itu uang tersebut menjadi milik pribadi (private good). Sedangkan ekonomi konvensional mengartikan uang sebagai hak milik pribadi. Dalam Islam, apapun yang berfungsi sebagai uang, maka fungsinya hanyalah sebagai medium of exchange (alat tukar). Ia bukan suatu komoditas yang bisa diperjualbelikan dengan kelebihan baik secara on the spot maupun bukan. Satu fenomena penting dari karakteristik uang adalah bahwa ia tidak diperlukan untuk dikonsumsi, ia tidak diperlukan untuk dirinya sendiri, melainkan diperlukan untuk membeli barang yang lain sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi.

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:18 pm

      luar biasa ros

  4. 11 November 2014 pukul 9:55 pm

    Menurut saya untuk pertanyaan no 6, saya tidak setuju jika ekonomi syariah dan ekonomi konvensional tidak memiliki perbedaan. Secara konseptual terdapat perberbedaan mendasar antara ekonomi konvensional dan ekonomi Islam dalam memandang manusia. Ekonomi konvensional mengasumsikan manusia sebagai rational economic man, sedangkan ekonomi Islam hendak membentuk manusia yang berkarakterkan Islamic man (‘Ibadurrahman), (QS 25:63). Islamic man dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip-prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang. Tauhidnya mendorong untuk yakin, Allah-lah yang berhak membuat rules untuk mengantarkan kesuksesan hidup.
    Ilmu ekonomi konvensional sangat memegang teguh asumsi bahwa tindakan individu adalah rasional.

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:18 pm

      sip

  5. 11 November 2014 pukul 10:17 pm

    Menururt analisa saya mengenai ekonomi islam ditengah keadaan krisis memberikan keuntungan memang benar adanya karena mungkin adanya ekonomi islam ini memberikan kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan yang menonjol yang dimiliki oleh sistem ekonomi kapitalis,.Karena ekonomi kapitalis ini membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambah miskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya. sehingga ekonomi islam lah merupakan solusi yang terbaik dan banyak mulai diperbincangkan dan tentunya keberadaannya semakin kuat karena telah memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi. salah satunnya dilihat dari sisi operasionalnya. Dalam sistem ekonomi islami, tingkat suku bunga tidak digunakan sebagai instrumen kebijakan dalam berinvestasi, tapi melalui mekanisme tingkat keuntungan aktual (real rate of return). Melalui mekanisme tingkat keuntungan aktual inilah yang akan menjamin terciptanya suatu tatanan ekonomi yang adil dan merata, karena keuntungan akan dibagihasilkan sesuai dengan realisasi nisbah dari keuntungan yang sebenarnya. Beberapa hal yang dapat dijadikan landasan filosofisnya adalah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:17 pm

      ook trims jazakallah, ekonomi islam selain kuat dlam pandangan wahyu juga dalam menghadapi krisis moneter insya Allah akan lebih kuat

  6. 12 November 2014 pukul 6:56 am

    HASIL DISKUSI KELOMPOK 1
    Bank Syariah,
    Lebih Pasti dan non Spekulasi

    Tren ketertarikan terhadap perbankan syariah bisa dilihat dari tingginya jumlah nasabah nonmuslim di daerah-daerah yang tidak berpenduduk mayoritas muslim. Misalnya di Bali yang mayoritas masyarakatnya memeluk Hindu dan Papua yang kebanyakan penduduknya beragama protestan. Meski awalnya di sana hanya pebisnis dari suku Jawa, Padang, dan Bugis yang memanfaat bank syariah. Larangan riba yang menjadi jantung sistem ekonomi syariah bukan saja ajaran agama Islam tetapi juga agama-agama lainnya, seperti nasrani dan yahudi. Pandangan agama yahudi mengenai bunga dapat dilihat dalam kitab perjanjian lama Pasal 22 ayat 25. Sementara pandangan agama nasrani mengenai bunga terdapat dalam kitab perjanjian lama kitab deuteronomiy Pasal 23 ayat 19. Fenomena ini menunjukkan bahwa ajaran agama manapun menginginkan moralitas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan uang.
    Pada prinsipnya, berbasis syariah bukanlah berarti mensegmentasikan diri pada kelompok muslim semata, melainkan justru memberikan kebaikan bagi setiap masyarakat, termasuk mereka yang nonmuslim. Untuk merebut hati calon nasabah nonmuslim, strategi yang dilakukan adalah melayani tanpa membeda-bedakan agama.

    nama kelompok :
    1. Astri siti R
    2. Aad adrowi
    3. Fina Fadillah
    4. Ika pratiwi
    5. Siti nurajizah
    6. Zacky muhammad M

    • AGUS SELAMET
      16 Agustus 2015 pukul 4:15 pm

      ook trims jazakallah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: