Beranda > BACK TO BASIC, diskusi ekonomi syariah, EKONOMI ISLAM, prinsip dasar ekonomi islam, tujuan ekonomi islam > KULIAH PERTAMA PENGERTIAN DAN PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM (eis-01)

KULIAH PERTAMA PENGERTIAN DAN PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM (eis-01)


PENDAHULUAN
Memberikan pengertian atau definisi ekonomi islam tidak HARUS mengacu kepada ekonomsi konvesional (kapitalis maupun komunis). Akan tetapi ekonomi Islam memiliki definisi tersendiri dan tidak perlu mengaitkan atau menyandarkan kepada PENGERTIAN ekonomi konvensional, karena sangat jauh berbeda baik dari dasar maupun tujuannya.

Akan tetapi tidak sedikit para praktisi bisnis bahkan para pengajar / dosen yang masih kurang tepat dalam memberikan definisinya, kebanyakan memberikan definisi persis sama dengan ekonomi konvensional hanya ditambah dengan islami.

Sebenarnya ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang diatur berdasarkan wahyu ilahi dan mengikuti sunnah nabi SAW. tentunya didasari dengan tauhid (keimanan).

Selain dari Tujuannya yaitu membantu ummat manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat (falah). Perbedaan mendasar adalah ekonomi islam bercirikan ketuhanan, artinya ekonomi yang melibatkan Tuhan (Rabb) dalam setiap transaksinya,

Dalam ekonomi Islam itu sendiri, memiliki prinsip-prinsip dasar yang bersumber dari Allah swt. Hal ini sangatlah penting untuk Anda ketahui. Sehingga ketika kita akan menjalankan perekonomian wajib mengacu kepada hukum yang membuat alam ini al quran dan hadits. Dan sebaliknya kita diharamkan bertransaksi berpijak kepada aturan yang bertentangan dengan yang datanghawa nafsu yaitu orang-orang yang tidak mengetahui (jahili).

Pengertian Ekonomi Islam

Pengertian Ekonomi Islam menurut Muhammad Abdul Manan adalah cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diangkat dari nilai-nilai islam. Beliau mengatakan bahwa ekonomi islam merupakan bagian dari suatu tata kehidupan lengkap yang didasarkan pada empat bagian nyata dari pengetahuan, yaitu Alquran, sunnah, ijma dan qiyas.

Menurut M.M. Matewally, Pengertian Ekonomi Islam ialah ilmu yang mempelajari perilaku muslim dalam suatu masyarakat islam yang mengikuti Alquran, Sunnah, Qiyas dan Ijma. Beliau memberikan alasan bahwa dalam ajaran islam tersebut, perilaku seseorang dan masyarakat dikendalikan ke arah bagaimana memenuhi kebutuhan dan menggunakan sumber daya yang ada.

Hasanuz Zaman mengungkapkan Pengertian Ekonomi Islam yaitu pengetahuan, aplikasi dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam permintaan dan pembuangan sumber daya material untuk memberikan kepuasan kepada manusia dan memungkinkan mereka untuk melakukan kewajiban mereka kepada Allah dan masyarakat.

Pengertian Ekonomi Islam menurut Monzer Kahf adalah bagian dari ilmu ekonomi yang memiliki sifat interdisipliner dalam arti kajian ekonomi islam tidak dapat berdiri sendiri tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu pendukungnya, yang lintas keilmuan termasuk di dalamnya terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis; seperti matematika, statistik, logika, ushul fiqh.

 PRINSIP DASAR

Secara prinsip Ekonomi Islam sangat berbeda dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam memiliki dasar pijakan sendiri bahkan bersumber kepada wahyu yang menciptakan alam semesta ini dan Sunnah Nabi sebagai panduan untuk mengimplementasikannya, sehingga prinsip dasarnya adalah Tauhid (keimanan) dan Ketaatan. Ekonomi ini adanya keterlibatan Tuhan (Rabb=pencipta, pemelihara, pengatur). Sehingga manusia yang ikut terlibat dalam ekonomi islam harus tunduk patuh megikuti aturanNya. Inilah konsekwensi berekonomi yang benar.

Tujuan Ekonomi Islam

Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

Imam al Ghazali dan Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjadi puncak keberadaan ekonomi islam mencakup lima jaminan dasar:
·keselamatan keyakinan agama (al din)
·kesalamatan jiwa (al nafs)
·keselamatan akal (al aql)
·keselamatan keluarga dan keturunan (al nasl)
·keselamatan harta benda (al mal).

Ciri khas ekonomi islam

Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur’an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja. Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur’an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen , konsumen dan pemilik modal, tetapi hanya sedikit tentang sistem ekonomi. ekonomi Islam menekankan empat sifat, antara lain:

  1. Kesatuan (unity)
  2. Keseimbangan (equilibrium)
  3. Kebebasan (free will)
  4. Tanggungjawab (responsibility)

MENGAPA MASIH BANYAK UMAT ISLAM BELUM MENERIMA EKONOMI SYARIAH

ada bebrapa alasan yang menyebabkan ummat islam belum menerima ekonomi islam (contohnya bank syariah), sbb :
1. Ummat sendiri masih memamndang Islam sebagai Ritual semata Qs 5: 3, belum dipandang sebagai suatu sistem hidup manusia
2. Dirinya tidak merasa terikat dengan Islam (Aqidah , Akhlak, Syariah) Qs. 45:18,
3. Kurang memahami terhadap tujuan Islam/Syariah
4. Faktor pemahaman tujuan, Fungsi & Tugas hidup Qs. 2 : 207
5. Dampak Faktor Penjajahan Belanda 3,5 abad, takut oleh kaum kafir, hidupnya tidak PD thd kebangkitan Ekonomi Islam
6. Faktor usia sistem kapitalis yang sudah mendarah daging, merasa tidak berdosa berada dalam kapitalis dan mennjauh dari syariah
7. Terpengaruh Faktor Isu Negatif “Islam bukan Solusi” islam itu terbelakang, dll

Dasar Wajibnya Bersyariah dalam hidup
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Qs 45 : 18)

MAQASID ASY-SYARIAH
Tujuan utama syariat adalah memelihara kesejahteraan manusia yang mencakup perlindungan keimanan, kehidupan, akal, keturunan dan harta (dien, nafs, aqal, nasl, maal) mereka. Segala hal yang menjamin terlindungnya lima perkara ini adalah maslahat bagi manusia” (Imam Ghazali)
TUJUAN EKONOMI ISLAM
1 Mengutamakan Ketuhanan (Akhirat)
2 Memperjuangkan Kehidupan (Dunia)
3 Menciptakan lapangan kerja kesejahteraan
4 Negara Menyingkirkan Kebinasaan
5 Membangun Keadilan
6 Melindungi masyarakat
7 Mengendalikan Pasar dan Harga
Adapun secara operasional akan di jelaskan dan dibimbing oleh fatwa ulama (ijma para ulama), untuk menghantarkan berekonomi yang menyelamatkan.

catatan :

mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan tujuan ekonomi islam

wassalamualaikum

Agus Selamet

Literatur

Terjemah al quranul karim, depag, RI
https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_syariah

http://www.pengertianpakar.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: